TEKANAN OSMOTIK




   A.    Pengertian Osmosis & Tekanan Osmotik
            Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut dari larutan encer menuju ke larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput yang dapat dilewati molekul kecil, tetapi tidak dapat dilalui molekul besar.Selaput semipermeabel banyak terdapat pada makhluk hidup. Contoh selaput semipermeabel yang terdapat pada makhluk hidup yaitu ada di selaput usus. Selaput usus dapat dilalui oleh air tetapi tidak dapat dilalui oleh molekul berukuran besar. Pengertian osmosis dapat diartikan sebagai berikut.
            Jika dua jenis larutan yang memiliki konsentrasi berbeda dipisahkan oleh selaput semipermeabel, pelarut dari pelarut encer akan mengalir ke larutan pekat. Dengan kata lain ada perembesan molekul pelarut dari larutan encer menuju larutan pekat. Hal itu akan terus terjadi sampai konsentrasi pelarut di kedua larutan sama.
            Osmosis dapat dicegah dengan cara memberi tekanan kepada permukaan larutan. Tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis disebut tekanan osmotik larutan.


   B.     Hubungan Tekanan Osmotik dengan Molalitas
Tekanan osmotik termasuk sifat koligatif, yaitu sifat yang bergantung kepada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung kepada jenis partikel zat terlarut. Menurut Van Hoff persamaan gas ideal dapat digunakan untuk menentukan besar tekanan osmotik. Karena tekanan osmotik merupakan pada kejadian khusus, tekanan osmotik dilambangkan dengan simbol π. Secara matematis, besar tekanan osmotik dapat dituliskan sebagai berikut
πV = nRT                                                           π = n/v RT
π = tekanan osmotik (atm)
V = volume larutan (L)
n = jumlah mol zat terlarut
R = tetapan gas (0,082 atm L mol-1 K-1
T = Suhu (K)
            Nilai n/v adalah nilai Molaritas larutan (M). Dengan demikian hubungan antara molaritas dengan tekanan osmotik adalah dinyatakan dengan persamaan berikut
π = MRT

   C.    Penggunaan Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif. Jika dibandingkan dengan sifat koligatif yang lain, pengukuran tekanan osmotik merupakan pengukuran yang paling teliti.
Peristiwa osmotik yang paling penting adalah osmotik yang terdapat pada makhluk hidup. Misalnya, tekanan osmotik pada sel darah merah. Tebal sel darah merah kurang lebih 10 nm dan diameter porinya 0,8 nm. Molekul air berukuran lebih kurang setengah diameter pori sel darah merah. Akibatnya molekul air dapat melewati dinding sel darah merah. Ion K+ yang ada dalam sel darah juga berukuran lebih kecil daripada diameter pori dinding sel. Akan tetapi ion K+ ditolak dinding sel karena dinding sel juga bermuatan positif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa partikel yang dapat melewati selaput semipermeabel harus berukuran lebih kecil daripada pori selaput dan bermuatan listrik tidak sama dengan selaput.
Dua larutan yang memiliki tekanan osmotik sama disebut isotonik. Larutan yang memiliki tekanan osmotik lebih besar daripada larutan lain disebut hipertonik. Larutan yang memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan lainnya disebut hipotonik. Jika sel darah merah diletakkan di dalam suatu larutan, akan terjadi tiga kemungkinan berikut.
1.      Sel darah merah tidak mengalami perubahan jika dimasukkan ke dalam larutan isotonik
2.      Sel darah merah akan mengerut jika dimasukkan kedalam larutan hipertonik.
3.      Sel darah merah pasti mengembung jika dimasukkan ke dalam larutan hipotonik. Pengembungan terjadi karena air dari larutan masuk ke dalam sel darah merah.



0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Total Visitors

About Me

My Photo
Amlapura, Karangasem, Bali, Indonesia
Blog ini berisi kumpulan tugas saya. Bila ada suatu hal yang salah mohon diluruskan, karena saya masih dalam tahap belajar.

Blog Archive

DWIJA. Powered by Blogger.